1. Mulai dari Tanggung Jawab Diri

4 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dengan Pekerjaan Rumah
source: https://suwaneemagazine.com/

Membentuk anak dengan karakter yang mandiri dan bertanggung jawab bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Meskipun begitu, ini juga bukanlah hal yang mustahil jika Mommy bisa konsisten dalam menerapkan pola pendidikan untuk membentuk kemandirian dan tanggung jawab anak. Mommy dapat memulainya dengan memberikan anak tugas-tugas seputar tanggung jawab dirinya sendiri. Beberapa contohnya antara lain seperti merapikan mainan, membereskan kamar, serta meletakkan piring bekas makan di westafel.


2. Buat Anak Merasa Dibutuhkan

4 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dengan Pekerjaan Rumah
source: http://blog.utahscouts.org/

Menyuruh anak untuk bertanggung jawab akan membutuhkan proses yang panjang. Mommy pasti akan melalui masa-masa di mana anak malas untuk merapikan mainannya sendiri. Mungkin ia juga akan berlari saat Mommy memintanya untuk meletakkan piring bekas makannya ke wastafel. Namun, ini bisa ditangani dengan membuat anak merasa bahwa ia benar-benar dibutuhkan. Katakan bahwa bantuannya akan benar-benar sangat membantu pekerjaan Mommy di rumah. Dijamin anak-anak akan lebih bersemangat untuk melakukan segala tanggung jawabnya.

baca juga


3. Berhenti Memanjakan Anak

4 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dengan Pekerjaan Rumah
source: https://www.theatlantic.com/

Saat Mommy ingin memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan sebuah pekerjaan atau tanggung jawab, pastikan Mommy sudah benar-benar berhenti memanjakannya. Pasalnya, memanjakan anak adalah kebiasaan yang sangat bertolak belakang dari usaha membentuk kemandirian dan tanggung jawab pada anak. Hentikan memberikan pelayanan pada anak, seperti mengambilkan minum atau makanan. Biarkan ia melakukan apapun yang ia butuhkan sendiri tanpa bantuan orang lain.


4. Berikan Apresiasi

4 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dengan Pekerjaan Rumah
source: https://www.sassymamasg.com/

Terakhir, jangan lupa untuk memberikan apresiasi pada anak atas segala kebaikan yang ia lakukan. Namun, ini bukanlah iming-iming hadiah untuk membuat anak menurut apa yang Mommy perintahkan. Hal ini penting agar anak tidak melakukan sesuatu karena hadiah. Sebab, jika ini terjadi, anak akan mendapatkan esensi dari tanggung jawab itu sendiri. Apresiasi yang bisa Mommy berikan adalah pujian dan hadiah kejutan yang tidak diekspektasikan anak sebelumnya.