Penyebab SIDS pada Bayi

1. Kelainan Gen

1. Kelainan Gen

Meskipun hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab SIDS, namun ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan seorang bayi terserang sindrom ini. Kelainan gen atau terjadinya mutasi pada gen dalam tubuh bayi dapat menjadi penyebab utama bayi terkena sindrom ini. Karena penyebabnya tingkat gen, tak heran para ibu tidak bisa langsung mendeteksi dari awal apakah bayinya baik-baik saja atau tidak. Kelainan gen ini sangat berdampak serius terhadap kondisi kesehatan bayi. Gagal jantung, gangguan otak bahkan kurang sempurnanya katup pernapasan dapat terjadi akibat adanya kelainan gen yang di derita.

baca juga

2. Perilaku Tidur

2. Perilaku Tidur

SIDS juga sering disebut dengan baby crib death karena kebanyakan kasus ini menyerang bayi yang sedang tertidur. Risiko SIDS dapat meningkat pada bayi dengan posisi tidur menyamping atau tengkurap. Kedua posisi tersebut dapat mengakibatkan bayi kesulitan bernafas secara perlahan terutama jika ditidurkan pada kasur yang terlalu empuk. Selain posisi tidur, suhu ruangan saat bayi tidur juga sangat berpengaruh. Suhu ruangan yang terlalu panas juga sangat berpengaruh terhadap risiko SIDS.

3. Kesalahan pada Masa Kehamilan

3. Kesalahan pada Masa Kehamilan

Perilaku saat masa kehamilan akan sangat berdampak pada kesehatan bayi pada masa yang akan datang. Faktor yang berasal dari ibu selama masa kehamilan seperti hamil di bawah umur, merokok selama masa kehamilan, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan kurangnya pemeriksaan rutin selama masa kehamilan dapat juga meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

baca juga

Pencegahan SIDS pada Bayi

1. Posisi Tidur

1. Posisi Tidur

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, usahakan untuk memposisikan bayi saat tidur dalam posisi terlentang agar bayi dapat bernafas dengan lega. Hindari juga untuk menempatkan bantal atau mainan yang empuk pada keranjang bayi. Menjaga suhu ruangan tetap sejuk juga menjadi faktor yang tidak boleh dilewatkan. Usahakan untuk tidur di kamar yang sama dengan bayi namun berbeda tempat tidur agar Moms tetap bisa dengan mudah mengawasi si kecil selama tidur. Menggunakan ranjang terpisah juga akan menghindari si kecil dari risiko tertindih. 

2. Pemberian ASI

2. Pemberian ASI

Memberikan ASI secara teratur juga dapat mengurangi risiko bayi terkena SIDS. Selain baik untuk kesehatannya, memberikan ASI dengan frekuensi yang sama kurang lebih 2 jam sekali dapat membantu Moms untuk mengontrol kesehatan si kecil. Pasalnya, Moms akan berusaha untuk membangunkan si kecil ketika waktu pemberian ASI tiba.

3. Tes Alergi

3. Tes Alergi

Meskipun kadang terkesan berlebihan, tes alergi pada bayi juga sangat penting untuk dilakukan. Mengingat risiko SIDS sangat tinggi pada usia bayi di bawah 1 tahun. Melakukan tes alergi dapat membuat Moms lebih berhati-hati dalam memberikan asupan terhadap si kecil. Bisa saja SIDS ini terjadi akibat si kecil alergi terhadap salah satu bahan makanan yang diberikan meskipun dirasa aman. Alergi makanan tidak dapat disepelekan, karena tingkat alergi seseorang pada suatu makanan berbeda-beda yang dapat mengancam kesehatan si kecil tanpa terduga.