Limbah organik adalah bahan-bahan sisa yang bisa terurai sempurna dengan sendirinya oleh alam. Limbah ini meliputi:

  • Kertas bekas
  • Daun-daunan kering
  • Sisa sayuran
  • Kulit buah-buahan
  • Potongan kayu, dan
  • Makanan sisa
Manfaatkan Limbah Buah & Sayur Jadi Pupuk Kompos, Begini Cara Membuatnya, Moms!

Jika dilihat dari jenisnya sih, Moms pasti sangat mudah untuk menemukannya di rumah hingga halaman. Nah, alih-alih hanya membuang jenis limbah di atas, Moms bisa lho memanfaatkannya menjadi lebih berguna. Ya, pupuk kompos!

Kompos merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik oleh beragam mikroorganisme pengurai seperti bakteri, kapang atau cendawan, actinomycetes dan lain-lain. Tak heran, pembuatan pupuk kompos memerlukan waktu berbulan-bulan agar semua bahan terfermentasi secara sempurna.

Manfaatkan Limbah Buah & Sayur Jadi Pupuk Kompos, Begini Cara Membuatnya, Moms!

Berikut manfaat pupuk kompos yang wajib Moms tahu:

  • Memperbaiki struktur tanah
  • Meningkatkan produktivitas tanaman
  • Meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air
  • Meningkatkan unsur hara tanah
Setelah mengetahui ragam manfaat kompos, yuk buat pupuk kompos sendiri dari limbah sayur dan buah. Begini caranya, Moms:
baca juga

Alat dan Bahan:

  • Limbah makanan, kertas hingga daun kering
  • Tanah
  • Air
  • Bakteri EM-4
  • Gunting
  • Trashbag
  • Spray
  • Bak atau wadah tertutup
Manfaatkan Limbah Buah & Sayur Jadi Pupuk Kompos, Begini Cara Membuatnya, Moms!

Cara Membuat:

  • Cacah atau potong kecil-kecil limbah makanan, kertas dan dedaunan kering dengan menggunakan gunting
  • Campurkan limbah tersebut dengan tanah (bisa juga dengan kotoran hewan) dengan perbandingan 3:1
  • Siapkan spray dan isi dengan air (bisa juga membuat larutan gula). Semprotkan air secara merata pada campuran tersebut
  • Tambahkan juga 10 ml bakteri EM-4. Aduk hingga rata dan bahan-bahan menjadi lembab
  • Pindahkan campuran tersebut pada trashbag dan tutup hingga rapat tanpa ada udara masuk
  • Diamkan selama 2-3 bulan untuk proses fermentasi yang sempurna
  • Lakukan pengecekan secara berkala 2 minggu sekali
  • Pupuk kompos dapat dicampurkan dengan tanah saat akan bercocok tanam
Nah, mudah bukan Moms? Tak hanya alami, pupuk kompos juga dapat menghemat pengeluaran karena hanya membutuhkan limbah makanan sisa. Yuk percantik tanaman dengan menambahkan pupuk kompos! Selamat mencoba, Moms.