Bayi Laki-Laki Tanpa Penis

Seorang bayi di Turki telah lahir tanpa penis dengan kondisi cacat lahir yang dikatakan sangat langka terjadi. Bahkan, para ahli memperkirakan bahwa kasus seperti ini hanya menyerang satu dari 30 juta kelahiran anak laki-laki. Cacat bayi baru lahir yang tidak terdeteksi ini dikenal secara medis sebagai agenesis penis. Hingga saat ini hanya ada 80 kasus yang pernah tercatat dalam literatur ilmiah.

Bayi Laki-laki Lahir Tanpa Penis di Turki, Bagaimana Kondisinya?
source: https://theswaddle.com/


Kondisi Kelamin Bayi Laki-Laki tanpa Penis

Meskipun kehilangan salah satu bagian vital dalam alat kelaminnya, skrotum bayi laki-laki terbentuk dengan baik dengan posisi buah zakar yang telah turun. Dengan kata lain, bayi ini tidak memiliki kelainan pada bentuk tubuh lainnya.

Bayi Laki-laki Lahir Tanpa Penis di Turki, Bagaimana Kondisinya?
source: https://www.webmd.com/
baca juga

Saat baru dilahirkan, bayi itu segera di bawa menemui dokter bedah anak yang ditugaskan untuk menyelidiki kondisinya. Tes dan uji medis yang dilakukan menunjukkan ia memiliki fistula vesikorektal, yaitu koneksi abnormal antara kandung kemih dan duburnya. Itu disebabkan oleh kloaka, rongga yang berkembang di kedua organ, telah gagal untuk membelah sepenuhnya.

Bayi Laki-laki Lahir Tanpa Penis di Turki, Bagaimana Kondisinya?
source: https://www.mirror.co.uk/


Tindakan untuk Bayi Laki-Laki tanpa Penis

Dilansir dari dailymail.co.uk, dokter di Universitas Erbakan di Konya, Turki, mengatakan bahwa rekonstruksi penis adalah salah satu solusi alternatif yang baik untuk anak itu. Selain itu, ada pula tawaran berupa tindakan female gender reassignment, di mana dilakukan pengubahan jenis kelamin untuk kasus kelamin tidak normal. Namun pihak keluarga menolak untuk melakukannya karena cacat ini dianggap terjadi karena periode kehamilan yang tidak berjalan dengan baik. Bayi yang lahir juga jelas merupakan bayi laki-laki.

Bayi Laki-laki Lahir Tanpa Penis di Turki, Bagaimana Kondisinya?
source: https://www.bbci.co.uk/

Kondisi ini dapat dikatakan sangat rumit dan kompleks karena kecacatan yang terjadi lebih dari sekedar tidak adanya penis. Dibutuhkan mekanisme pembedahan untuk bisa melakukan pemisahan organ dalam, yaitu kantung kemih dan rektum, serta pembentukan penis sebagaimana mestinya.