Masturbasi berlebihan kerap kali dikaitkan dengan lutut terasa kopong atau nyeri lutut. Banyak yang mengaku mengalami sensasi lutut kopong setelah onani. Seperti dilansir dari laman web HealthDetik, meski masturbasi berlebihan sangat tidak disarankan karena dapat mengganggu fungsi tubuh, bukan berarti lutut kopong terjadi akibat masturbasi. Tak sekali dua kali para ahli medis mengatakan bahwa lutut kopong akibat masturbasi adalah mitos belaka.

Benarkan Masturbasi Menyebabkan Lutut Kopong? Ini Faktanya, Moms
source: https://health.detik.com/
"Tulang kita nggak halus kan jadi biasa ada bunyi. Kalau lama-lama dibiarkan terus ya radang. Biasanya bunyi kalau pada usia tua itu ya karena pengapuran," papar spesialis orthopedi foot and ankle dari RS Siloam Kebon Jeruk, dr Langga Sintong, SpOT, kepada detikcom.
source: https://health.detik.com/

Ada beberapa penyakit yang membuat lutut nyeri atau terasa kopong seperti arthritis, asam urat dan infeksi sendi. Pada usia muda, penyebab nyeri lutut adalah tendinitis patella atau radang tenon dan penyakit Osgood-Schlatter.

Pada kesempatan berbeda, spesialis rehabilitasi medis Dr. Fanny Aliwarga, SpRM dari RS Eka Hospital BSD, menyebut kurangnya kelenturan atau kekuatan otot juga menjadi penyebab lutut terasa kopong.

Benarkan Masturbasi Menyebabkan Lutut Kopong? Ini Faktanya, Moms
source: https://health.detik.com/
"Otot yang terlalu tegang atau sebaliknya otot yang lemah, kurang berfungsi sebagai penyokong pada lutut, karena otot tersebut tidak menyerap stres yang terjadi pada sendi lutut dengan baik selama aktivitas," sebut dr Eka.
source: https://health.detik.com/

Beberapa olahraga juga menyebabkan risiko tinggi nyeri pada lutut. Speerti basket yang banyak melakukan gerakan lompat dan berputar, dan lari yang bisa menyebabkan beban berulang-ulang pada lutut.

baca juga

Tips Atasi Lutut Kopong

Jika Moms mengalami lutut kopong atau nyeri pada lutut, Moms bisa mengikuti beberapa tips berikut ini untuk mengatasinya.

Dilansir Klikdokter, pada tingkat yang ringan, penderita cukup mengatasinya dengan banyak istirahat dan mengubah pola makan serta posisi tubuh saat beraktivitas. Pada tingkat menengah dan berat, dokter dapat melakukan beberapa tindakan mulai dari memberikan obat rematik atau anti inflamasi, suntik dengkul hingga tindakan operasi.

Terapi obat-obatan berupa antinflamasi non steroid merupakan penatalaksanaan utama pada osteoartritis. Pengobatan ini selain membantu menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah perburukan yang dapat terjadi.

Penyuntikan (injeksi) kortikosteroid pada sendi dapat mengurangi nyeri untuk sementara, namun injeksi ini tidak boleh sering diulang karena merupakan dapat menyebabkan destruksi tulang.

Tips Atasi Lutut Kopong

Tatalaksana terhadap osteoartritis secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas.

Perubahan pola makan dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan lemak dan kolesterol yang dapat meningkatkan berat badan dan memperberat osteoartritis yang terjadi. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna secara seimbang serta perbanyak buah dan sayur.

Nah Moms, apa Moms termasuk yang menderita lutut kopong? Coba tips yang sudah disebutkan ya, Moms.