Dilansir Haibunda, bagi Shalfa yang masih berusia 17 tahun ini, tuduhan yang diucapkan dua orang pelatih senam melalui telepon pada orang tuanya, telah membuat hati kedua orang tuanya sakit dan hancur. Hal ini pun membuat dia trauma dan tidak ingin jadi atlet senam lagi.

Kisah Miris Atlet SEA Games 2019 Dituduh Tak Perawan Hingga Mitos Seputar Keperawanan
source: https://www.haibunda.com/
"Saya ingin kepada pihak-pihak yang merasa melakukan tuduhan dan isu bahwa saya tidak perawan, silakan meminta maaf kepada orang tua saya. Jangan bersembunyi dengan alasan ini alasan itu. Dan tolong bersihkan nama saya, meski saya tidak ingin jadi atlet senam lagi," ucap Shalfa, dilansir detikcom.
source: https://www.haibunda.com/

Selain itu, Shalfa mengaku tuduhan tak perawan yang dilayangkan padanya benar-benar mengubah hidupnya. Ia merasa tidak bisa seperti dirinya yang dulu karena sedih, tertekan, dan stres.

Shalfa mengatakan, jika memang dirinya dianggap melakukan kesalahan karena tidak disiplin, dia terima. Namun jika alasan dikeluarkan dari tim atlet karena tuduhan tidak perawan, dia sangat tidak terima. Karena tuduhan tersebut adalah fitnah dan telah membuat orang tuanya sakit hati.

Dilansir HealthDetik, belakangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjelaskan bahwa alasan pemulangan sang atlet bukan karena tidak perawan melainkan terkait perilaku tidak disiplin.

Kisah Miris Atlet SEA Games 2019 Dituduh Tak Perawan Hingga Mitos Seputar Keperawanan
source: https://health.detik.com/

Menanggapi ini, menurut aktivis perempuan dan konsultan gender Tunggal Pawestri, tes keperawanan dalam institusi baik olahraga maupun institusi lainnya adalah konsep yang absurd dan tidak masuk akal. Hal ini karena tidak ada hubungan antara keperawanan dengan kualitas maupun kinerja seseorang.

"Tidak ada gunanya sama sekali. Mereka secara vulgar mempertontonkan invasi wilayah privasi yang semestinya sudah enggak ada lagi. Primitif," kata Tunggal.

Itu sebabnya untuk menghilangkan stigma atau mitos soal keperawanan, Tunggal menilai perlu adanya pendidikan khusus tentang kesehatan reproduksi.

baca juga

Ciri Wanita Tidak Perawan yang Ternyata Mitos

Dalam istilah awam, keperawanan adalah selaput dara yang masih utuh. Namun, selaput dara yang robek dan tidak utuh lagi belum tentu terjadi karena pernah melakukan hubungan seksual atau penetrasi ke penis ke dalam vagina.

Dampak kehebohan berita mengenai Shalfa Avrila ini menjadi bukti bahwa keperawanan dan selaput dara masih menjadi hal yang sakral di masyarakat. Perlu ditekankan bahwa tak ada hubungan antara kesucian seorang wanita dengan kondisi selaput dara mereka. 

Saking diagungkannya, banyak orang yang kerap menebak-nebak mana perempuan yang masih perawan dan tidak dengan melihat kondisi fisik mereka saja. Padahal kondisi fisik tidak bisa digunakan sebagai patokan apakah wanita tersebut masih perawan atau tidak.

Dilansir HealthDetikberikut ini beberapa mitos ciri fisik yang 'katanya' dimiliki oleh perempuan 'tidak perawan' dan banyak dipercaya oleh masyarakat:

Ciri Wanita Tidak Perawan yang Ternyata Mitos
source: https://health.detik.com/
  • Jalan mengangkang tanda tidak perawan, Hal ini sama sekali tidak ada keterkaitannya ya, Moms. Cara berjalan seseorang dipengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisiknya seperti lebar tulang punggul dan lemak di sekitar paha.
  • Ukuran payudara yang tiba-tiba membesar, Payudara yang tiba-tiba membesar sering dikaitkan dengan ketidakperawanan. Padahal payudara seseorang memang bisa membesar terlebih ketika perempuan sedang dalam masa pertumbuhan atau ketika terkena rangsangan.
  • Urine lebih jernih, Warna urine ditentukan oleh banyaknya asupan air yang diterima oleh tubuh. Semakin banyak air yang diminum maka makin jernih urinenya. Sedangkan jika warnanya keruh berarti seseorang kurang minum atau memiliki penyakit tertentu seperti infeksi kandung kemih.
  • Tidak berdarah saat pertama kali berhubungan seks, Masih banyak sekali masyarakat yang menganggap ukuran keperawanan hanya bisa dilihat dari selaput dara. Tidak berdarah saat berhubungan seks tandanya tidak perawan. Perlu diketahui, ada banyak penyebab yang bisa membuat selaput dara robek seperti kecelakaan atau olahraga tertentu.
Masih dilansir HealthDetik, menurut dokter ahli kandungan di Rumah Sakit Premier, Surabaya, dr Poedjo Hartono, SpOG(K), tes keperawanan atau pemeriksaan keadaan selaput dara bisa diperiksa oleh dokter kandungan. Namun, pemeriksaan ini hanya dapat dikerjakan di meja ginekologi.

Cara pemeriksaannya melalui dubur hingga menemukan lubang hymen atau selaput dara. Dari situlah akan terlihat lingkaran selaput dara atau lubang himen, masih utuh atau sudah robek.

Nah Moms, jadi jangan suka percaya mitos, ya. Karena keperawan hanya bisa dilihat secara medis.