Dilansir dari Haibunda, Melvin Heyman, MD, professor of pediatrics and chief of the division of pediatric gastroenterology, hepatology, and nutrition di University of California, San Francisco mengatakan sufor boleh saja diberikan pada bayi baru lahir dengan catatan, tubuh bayi dapat mentoleransi susu yang masuk ke dalam tubuhnya.

"Secara optimal, setiap anak harus diberi ASI, tetapi mengingat bahwa menyusui tidak bekerja untuk semua orang, pemberian susu formula standar dapat menjadi pilihan," jelas Heyman. 

Amankah Susu Formula Untuk Bayi? Ketahui Dulu Risikonya Yuk, Moms
source: https://media.gettyimages.com/videos/mother-used-bottle-feeding-baby-newborn-video-id658145312?s=640x640

Beberapa kondisi yang mengharuskan bayi baru lahir diberikan susu formula diantaranya bayi kontra indikasi terhadap ASI yang disebabkan oleh kelainan genetik, bayi mengalami kondisi kesehatan tertentu, berat bayi turun, bayi mengalami gejala dehidrasi, bayi kuning karena ASI, bayi yang terpisah dari ibunya, dan lain-lain.

Meskipun pada kondisi tertentu bayi baru lahir boleh diberikan susu formula tambahan, namun tetap harus berdasarkan saran dokter atau ahli laktasi.

Amankah Susu Formula Untuk Bayi? Ketahui Dulu Risikonya Yuk, Moms
source: http://mybodymybaby.com.au/wp-content/uploads/2016/05/formula.jpg
baca juga

Bila pemberian susu formula diberikan sejak bayi masih terlalu dini atau baru lahir, dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu antara lain:

  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Risiko infeksi usus
  • Alergi
  • Kolik
  • Mengubah bakteri usus normal bayi
  • Meningkatkan risiko masalah pencernaan
  • Meningkatkan risiko masalah kesehatan tubuh di kemudian hari
  • Menderita diabetes tipe 1 dan 2
  • Eksim
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Obesitas
  • Bayi akan bingung puting
  • ASI tidak berpoduksi lagi
  • Dan lain-lain
Amankah Susu Formula Untuk Bayi? Ketahui Dulu Risikonya Yuk, Moms
source: https://luxreview.com/upload/system/2016/10/19120255.jpg

Masalah tersebut diatas disebabkan karena pencernaan bayi akan lebih sulit mencerna susu formula dibandingkan dengan ASI. Selain itu, jika bayi diberikan susu formula, Ia akan mudah kenyang dan cenderung malasa menyusu secara langsung kepada ibunya. Hal tersebut dapat menyebabkan produksi ASI berkurang dan kurangnya bonding antara ibu dan bayi.

Namun, jika kondisi tidak memungkinkan untuk pemberian ASI eksklusif, Moms bisa memberikan sufor sesuai dengan anjuran dokter dengan teknik yang benar. Sebaiknya pemberian sufor tidak dengan media botol, melainkan dengan sendok ataupun cup feeder. Hal ini dilakukan agar bayi tidak ‘bingung puting’ saat kembali menyusu langsung dari payudara.

Amankah Susu Formula Untuk Bayi? Ketahui Dulu Risikonya Yuk, Moms
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQIqnpyw-9j3zeULn2DOC-GGdyTo0wCpRSFQxePtBe1NI0xp7LT
baca juga

Saat memberi susu formula, Moms harus memperhatikan kandungan susu yang akan diberikan untuk si kecil. Untuk menghindari obesitas, pilihlah susu formula yang rendah protein. Selain itu, berikan susu saat bayi terlihat lapar, bukan dengan memberikan pada jam-jam tertentu. Tanda-tanda bayi lapar bisa dilihat dari bayi menangis atau mulai memasukkan tangan ke dalam mulutnya.

Amankah Susu Formula Untuk Bayi? Ketahui Dulu Risikonya Yuk, Moms
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcR3dJpf2S3SSON_3deU4RSH0OeTMDbovRc-7DGF6tGS1zUisuPx

Demikian beberapa informasi mengenai pemberian sufor pada bayi baru lahir. Sebaiknya, jika Moms harus memberikan susu tambahan pada si kecil, konsultasikan segera dengan dokter atau ahli laktasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Moms dan si kecil.