Kecoa menjadi hewan yang kerap kali kita temukan di tempat-tempat kotor dan lembap. Dilihat dari tempat hidupnya, tak salah jika moms melihat hewan satu ini sangat menjijikan, dan berpendapat sudah pasti akan menimbulkan penyakit. Moms mungkin pernah dengar ada seseorang yang mengalami masalah kulit, karena air seni dari kecoa. Kondisi ini tentu membuat kita berpendapat binatang yang bisa terbang ini mengakibatkan serangkaian penyakit bagi manusia melalui air seninya.

Namun demikian ternyata hal ini salah moms. Dikonfirmasi kepada dr.Midi Haryani Sp.KK,selaku dokter kulit, anggapan tersebut kurang tepat. Dalam video singkat melalui laman Haibunda bersama Dokter Boy Abidin, dokter Midi mengatakan air kencing kecoa tidak berbahaya untuk manusia, melainkan hanya yang alergi saja.

"Biasanya bukan karena kecoanya, tapi memang yang terkena air seni kecoa kebetulan memang alergi terhdap cairan tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut Dokter Midi menjelaskan bahwa kuman yang ada di air seni kecoa tidak menyebabkan masalah kulit. Kecuali memang air seni tersebut telah mengena pada kulit yang sebelumnya sudah terinfeksi. Dari pada kita berpikir, karena kecoa, memeriksakan ke dokter kulit lebih baik.

Saat dimintai keterangan dari gambar kulit yang terluka karena kencing kecoa, Dokter Midi secara berhati-hati memilih memberi diagnosa dengan penyebab lain, seperti dermatitis atau eksema, bisa alergi kencing kecoa, jamur, infeksi bakteri atau yang disebut impectigo. Hal ini karena menurut dia mendiagnosa masalah kulit tak bisa hanya dilihat melalui gambar.

Apakah Kecoa Berbahaya?

Berdasarkan keterangan Dokter Midi tentu kecoa tidak berbahaya terutama air seninya. Ini akan berbahaya bagi orang-orang tertentu, atau yang rawan dengan elergi. Hal ini dikarenakan kecoa bukanlah hewan seperti nyamuk yang bisa memindahkan penyakit, hanya karena sesorang melakukan kontak fisik dengannya. Bakat alergi berperan penting atas masalah yang timbul, bukan karena kecoa yang hidup di sumber kuman berbahaya.

Alergi Kecoa bisa terkena penyakit berbahaya
Jika bakat alergi terhadap kecoa telah dimiliki. Tak hanya penyakit kulit, namun alergi tersebut juga dapat menyebabkan penyakit berbahaya lainnya. Dilansir dari laman trulynolen.ca, berikut 3 penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh kecoa:

Apakah Kecoa Berbahaya?
baca juga

Terserang Asma

Orang yang alergi kecoa bukan hanya terlihat pada kulit yang bermasalah. Saat kulit terasa gatal setelah kontak dengan kecoa. Bukan berarti kuman dari kecoa melainkan Moms alergi dengan bintang tersebut. Reaksi alergi biasanya tak sebatas pada kulit, melainkan bisa pada pernafasan. Alergi terhadap kecoa dapat memicu seseorang terkena penyakit asma. Berdasarkan laporan dari  World Health Organization (WHO) setidaknya terdapat 300 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit asma.

Sekitar 23-60% penyakit pernapasan ini timbul kepada mereka yang tinggal di kota-kota, dan memiliki kontak dengan kecoa. Asma akibat alergi kecoa tak hanya dapat menyerang anak-anak, namun jug aorang dewasa. Untuk itu moms wajib mewaspadai dengan kehadiran binatang tersebut.

Salmonella

Seperti tikus, kecoa juga dketahui dapat menyebarkan salmonella. Bakteri jahat yang mengakibatkan orang demam, mual, ini di derita oleh 1,2 juta orang di seluruh dunia per tahunnya. Sedangkan 3000 dari jumlah tersebut mengharuskan mereka dirawat inap. Sallmonella cukup berbahaya karena memicu seseorang terkena gastroenteritis dan demam tifoid. Biasanya salmonella membutuhkan sedikit atau tanpa pengobatan dan menghilang sekitar 4 hingga 7 hari. Namun kondisi akan berbeda jika dibarengi dengan dehidrasi pada penderitanya.

Apakah Kecoa Berbahaya?

E.Coli

E.Coli (Escherichia Coli) merupakan bakteri yang ditemukan pada usus bagian bawah organisme berdarah panas. Bakteri ini sebenarnya juga ada pada usus manusia. Namun tidak berlaku pada paparan bakteri e.coli setelah kontak dengan binatang, karena ini akan menyebabkan penyakit serius. Bakter e.coli yang mencemari makananmu, dapat menyebabkan keracunan. Pada keracunan makanan yang disebabkan oleh E.Coli dapat diobati dengan mencukupi kebutuhan cairan dan minum antibiotik. Karena Moms akan mengalami diare. Biasanya akan membaik dalam waktu 5-7hari.

Tanda-Tanda Alami Alergi Terhadap Kecoa

  • Mengalami batuk-batuk setelah mengalami kontak dengan kecoa
  • Sulit Bernafas
  • Demam
  • Diare
  • Mual Muntah
  • Nyeri Otot dan sendi.

Namun demikian hal ini perlu diperiksa lebih lanjut. Saat Moms mengelami gejala di atas tidak bisa serta merta didiagnosa karena alergi terhadap kecoa.

Cara Kecoa Menyebarkan Penyakit

Ketika moms memiliki bakat alergi terhadap kecoa, berikut hal-hal yang bisa membuatmu alergi kecoa:

  • Menghirup udara saat kehadiran kecoa berada di sekitarmu.
  • Menyentuh apapun yang telah disentuh kecoa. Kemudian dilanjutkan dengan menyentuh, mulut, hidung dan mata.
  • Sama seperti dengan menyentuh, Moms dapat menularkan penyakit kecoa dengan makan atau minum apa pun yang telah terkontaminasi oleh kecoa.
Tanda-Tanda Alami Alergi Terhadap Kecoa
baca juga

Bagaimana kecoa mencemari lingkungan sekitar?

Kecoa adalah pembawa bakteri penyebab penyakit. Hewan yang satu ini akan berada di berbagai tempat seperti laci, meja makan dan benda-benda kotor. Jika Moms tak membersihkan barang-barang tersebut secara bersih, dan menutup makanan agar terhindar dari kecoa. Maka resiko alergi kecoa semakin meningkat. Alergi akan mudah terjadi jika kondisi tubuh juga sedang tidak fit. Untuk itu jaga kebersihan diri dan rumah. Banyak ditemukan di kamar mandi, jangan lupa tutup rapat lubang air agar kecoa tak masuk rumah melalui lubang tersebut. Moms juga bisa membasmi dengan cairan pengusir serangga.

Bagaimana kecoa mencemari lingkungan sekitar?