Seperti dilansir CNBCIndonesia, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, berdasarkan keputusan bersama dengan Komisi IX DPR, alternatif untuk subsidi kelas diambil dari surplus yang diperoleh dari kenaikan iuran di kelas lain.

Subsidi Untuk BPJS Kelas III Tahun 2020, Efektifkah? Ini Kata Terawan
source: https://finance.detik.com/
"Dengan adanya Perpres 75/2019, makanya surplus PBI [Penerima Bantuan Iuran]. Nah bagian surplusnya dimanfaatkan bantu subsidi tingkat kelas III. Itu sudah ada perundangannya. Dan DPR setuju karena enggak perlu aturan baru yang aneh-aneh. Cukup keputusan BPJS," kata Terawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
source: https://finance.detik.com/

Sebelumnya, pemerintah bersama BPJS telah menyepakati untuk memanfaatkan profit atas klaim rasio peserta PBI yang diproyeksikan pada tahun mendatang akan ada profit akibat kenaikan iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) berdasarkan Perpres 75 tahun 2019.

Dengan begitu, kata dia, pihaknya bersama BPJS Kesehatan hanya perlu melaporkan rencana subsidi untuk PBPU dan BP kelas III ini ke Kementerian Keuangan. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat menghadapi kenaikan iuran tahun depan.

Subsidi Untuk BPJS Kelas III Tahun 2020, Efektifkah? Ini Kata Terawan
source: https://health.detik.com/
"Yang jelas dong uangnya sudah ada [dari dana PBI]. Sementara urusan defisit itu nanti ditutupi dengan efisiensi," ujarnya.
source: https://health.detik.com/

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menambahkan saat ini pihaknya tetap concern dengan aturan dan prinsipnya tergantung regulator. Fachmi juga menyampaikan, pihaknya bakal menutupi defisit BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 16 triliun.

"Untuk menutupi defisit di tahun ini dulu. Karena utang kami ke rumah sakit banyak per hari ini, proyeksinya Rp 16 triliun. Prinsipnya menjaga governance dan manage keuangan ke depan," tutur Fachmi.

baca juga

Serikat Pekerja Dukung Subsidi Iuran BPJS Kesehatan Kelas III

Dilansir CNNIndonesia, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendukung usulan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait pemberian subsidi bagi peserta mandiri BPJS Kesehatan kelas III. Sebab, kebijakan tersebut dapat mengurangi beban iuran masyarakat kelas bawah.

Selain itu, pria yang menjabat sebagai pimpinan ASEAN Trade Union Council (ATUC) juga meminta BPJS Kesehatan untuk memperbaiki pelayanannya karena sejauh ini belum maksimal.

Serikat Pekerja Dukung Subsidi Iuran BPJS Kesehatan Kelas III
source: https://www.cnnindonesia.com/

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, iuran peserta mandiri BPJS kelas III naik 64,7 persen dari saat ini Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan. Kenaikan bagi peseta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja itu berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.

Kelas BPJS Moms termasuk yang disubsidikah?