Sebagai negara ke tiga penghasil singkong terbesar di dunia setelah Nigeria dan Brazil, tak heran jika di Indonesia mudah sekali ditemui berbagai jenis olahan singkong. Tak hanya diolah ke dalam jenis makanan lain, singkong di Indonesia juga banyak dinikmati secara langsung dengan digoreng atau direbus. Meski konsumsi singkong dianggap bermanfaat dan sudah sangat umum dilakukan, nyatanya jika tak diolah secara tepat, singkong justru bisa beracun lho moms.

Singkong Mengandung Racun

Seperti dilansir dari DetikFood, Singkong mengandung zat beracun yang disebut sebagai Linamarin, zat ini akan diubah oleh sistem pencernaan menjadi sianida jika singkong dikonsumsi dalam keadaan mentah. Sianida sendiri merupakan racun berbahaya yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Singkong juga mengandung zat beracun yang dapat memengaruhi kelenjar pituitari, serta fungsi hati dan ginjal.

Akar yang dimiliki singkong juga mudah membusuk, sehingga jika bagian ini termakan bisa berisiko sebabkan infeksi jamur dan bakteri. Karena kandungan racun ini moms yang ingin mengonsumsi singkong harus memastikan bahwa singkong dalam keadaan segar, mencucinya secara bersih dengan air mengalir, serta memasaknya hingga benar-benar matang.

Singkong Mengandung Racun
source: https://jurnal.inagri.asia/
baca juga

Manfaat Singkong

Mengetahui bahwa ternyata singkong mengandung racun mungkin akan membuat moms merasa ragu untuk mengonsumsinya. Jangan buru-buru menghindar dulu moms! Dalam singkong mentah terkandung berbagai nutrisi seperti kalori, protein, karbohidrat, serat, potasium, dan kalsium. Beragam vitamin seperti vitamin A, B2, B3, B6, B9, E, dan K juga terkandung di dalam singkong. Dengan mengonsumsi singkong yang dibersihkan dan diolah secara benar, moms akan mendapatkan manfaat-manfaat ini.

Manfaat Singkong

Melancarkan Sistem Pencernaan

Singkong merupakan salah satu sumber serat, kandungan serat yang tinggi di dalam singkong akan membantu melancarkan sistem pencernaan serta mencegah terjadinya konstipasi. Singkong juga merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi yang cocok dikonsumsi pelaku diet. Di dalam 100 gram singkong mengandung 30 gram karbohidrat dan sejumlah 10 kal kalori. Jumlah tersebut sangat cukup untuk dijadikan sebagai asupan sumber energi dalam memulai berbagai aktivitas.

Melancarkan Sistem Pencernaan
baca juga

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Siapa sangka, dalam urusan menjaga kesehatan tubuh, singkong memiliki manfaat yang sama seperti madu. Singkong bisa mendorong pertumbuhan probiotik atau bakteri baik di dalam usus. Saat usus sehat dan dipenuhi oleh bakteri baik maka otomatis tubuh akan jarang terserang penyakit. Singkong juga diperkaya dengan kandungan folat, piridioksin, thiamin, riboflavin, dan asam pantotenat yang memiliki peranan penting dalam produksi hormon metabolisme. Jika hormon metabolisme diproduksi dengan baik maka tubuh pun akan terasa sehat dan bugar setiap hari.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Mencegah Kanker dan Penyakit Jantung

Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam singkong disebut dapat mencegah masuknya radikal bebas. Radikal bebas inilah yang dianggap sebagai penyebab tumbuhnya sel kanker, jadi secara tidak langsung singkong dipercaya dapat mencegah dari serangan penyakit kanker. Selain itu, antioksidan di dalam singkong juga membantu dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Serta membantu memperbaiki DNA yang rusak. Sebuah penelitian di University of Kentucky pada 2009 bahkan menyebutkan bahwa kandungan serat di dalam singkong berpotensi meminimalisir risiko penyakit jantung koroner.

Mencegah Kanker dan Penyakit Jantung