1. "Dia aja bisa, masa kamu enggak bisa?"

Membandingkan anak dengan anak lain atau saudaranya dapat membuat ia kehilangan rasa percaya diri. Kata-kata seperti ini terkesan seperti meremehkan dan sama sekali tidak memberikan motivasi pada anak untuk bisa lebih baik dari orang lain. Membandingkan anak dengan anak lain juga berisiko membuatnya malas untuk bersosialisasi karena takut untuk dibanding-bandingkan dengan anak lain.
 

Duh! Ternyata Ucapan Orangtua Ini Bisa Bikin Anak Kehilangan Kepercayaan Diri
source: https://www.popsugar.co.uk/


2. "Kamu itu masih kurang usaha"

Meragukan dan meremehkan usaha anak akan membuatnya menjadi tidak lagi bersemangat untuk meningkatkan kemampuan diri. Orangtua yang selalu mengkritisi anak cenderung membentuk si anak menjadi sosok yang tertekan dan selalu merasa kurang. Alhasil, ia akan menjadi sosok yang tidak percaya diri.
 


3. "Mama dulu enggak seperti kamu saat kecil"

Tidak hanya membandingkan diri dengan anak lain, membandingkan anak dengan dirimu di masa lalu juga bisa membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Ingatlah bahwa kamu dan anakmu adalah dua individu yang berbeda. Selain itu, perbedaan lingkungan dan generasi juga menjadi alasan mengapa ia akan tumbuh dengan kepribadian yang berbeda denganmu. Dengan membanding-bandingkan anak dengan dirimu di masa lalu, kamu akan membuatnya menjadi seperti gagal dan kehilangan peluang untuk berhasil di masa depan.
 

Duh! Ternyata Ucapan Orangtua Ini Bisa Bikin Anak Kehilangan Kepercayaan Diri
source: https://see.news/


4. "Kamu harus bisa dapat nilai A, ya!"

Mengharapkan kesempurnaan pada anak akan membuat anak menjadi kehilangan rasa percaya diri. Hal ini tentu akan berbeda dengan orangtua yang selalu menekankan proses sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Anak-anak yang selalu ditekankan pada pencapaian hasil akan cenderung sulit untuk yakin pada dirinya sendiri.
 

baca juga


5. "Kamu itu harus percaya diri!"

Terakhir, mengatakan bahwa anak harus percaya diri ternyata dapat membuatnya lebih jauh dari rasa percaya diri itu sendiri. Rasa percaya diri bukanlah perintah yang bisa dilakukan seperti saat kamu menyuruh anak untuk menyalakan lampu atau merapikan tempat tidur. Kepercayaan diri anak itu tumbuh dengan sendirinya dan tidak bisa diatur atas kuasa sendiri.