Sebagian besar ibu hamil mengalami kesulitan tidur akibat sejumlah masalah, seperti perubahan hormon yang menyebabkan mual dan muntah hingga stres. Sakit punggung dan perut yang semakin membesar juga jadi masalah yang menyebabkan Moms sulit tidur selama masa kehamilan.

Kurangnya waktu tidur selama kehamilan memicu bahaya kesehatan bagi Moms dan janin dalam kandungan. Berikut Mommyasia rangkum 7 bahaya dan risiko yang mengintai jika sering begadang selama kehamilan:

Daya Tahan Tubuh Menurun


Daya Tahan Tubuh Menurun
source: https://freepik.com/

Terlalu sering begadang dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Apalagi bagi ibu hamil yang lebih rentan terserang berbagai macam penyakit. Menurunnya daya tahan tubuh tidak hanya akan mengganggu kesehatan ibu hamil, tapi juga berbahaya bagi janin dalam kandungan.

baca juga

Pre-eklampsia


Pre-eklampsia
source: https://unsplash.com/

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Center for Perinatal Studies, Swedish Medical Center menyatakan bahwa ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari memiliki risiko peningkatan tekanan darah sistolik 4 mmHg lebih tinggi dibanding ibu hamil yang tidur dalam waktu normal.

Kondisi tekanan darah tinggi akibat begadang ini juga meningkatkan risiko ibu hamil menderita pre-eklampsia menjadi 9 kali lebih tinggi. Berbagai risiko komplikasi juga bisa muncul akibat pre-eklampsia, seperti kejang hingga berpotensi sebabkan kematian pada ibu dan janin.

Tekanan Darah Tinggi


Tekanan Darah Tinggi
source: https://freepik.com/

Seperti penjelasan di atas sebelumnya, ibu hamil dengan gangguan tidur atau begadang lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Meskipun tekanan darah yang naik tergolong kecil, hal ini akan berdampak pada kinerja jantung Moms selama kehamilan.

baca juga

Komplikasi Pada Janin


Komplikasi Pada Janin
source: https://freepik.com/

Hasil penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh Medical Center mengungkap adanya hubungan antara ibu hamil yang sering begadang dengan kondisi bayi ketika dilahirkan. Kurangnyha kualitas dan kuantitas tidur dapat menyebabkan berkurangnya regenerasi serta pertumbuhan sel dalam tubuh Moms. Pada janin, hal ini meningkatkan risiko berat badan lahir rendah dan kelainan bawaan.

Persalinan Prematur


Persalinan Prematur
source: https://freepik.com/

Begadang saat hamil jadi salah satu penyebab potensial terjadinya kelahiran prematur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kuran tidur menurunkan imunitas tubuh serta menyebabkan kelebihan produksi sitokin.

Pada ibu hamil, peningkatan sitokin mempengaruhi kinerja pembuluh darah di tulang belakang yang mengarah ke plasenta. Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya persalinan prematur dan depresi pasca persalinan.

Memperlama Persalinan Normal dan Meningkatkan Peluang Operasi Caesar


Memperlama Persalinan Normal dan Meningkatkan Peluang Operasi Caesar
source: https://unsplash.com/

Ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya berisiko lebih tinggi mengalami persalinan normal yang memakan waktu lama atau berlangsung lebih dari 24 jam. Persalinan yang lama ini juga meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi.

Risiko ibu menjalani persalinan Caesar pun semakin meningkat, yang turut meningkatkan risiko masalah pernapasan pada anak di kemudian hari. Bayi yang lahir melalui operasi caaesar seringnya memiliki skor Apgar rendah, skala nilai yang memperlihatkan seberapa sehat bayi Moms saat lahir.

Depresi Pasca Persalinan


Depresi Pasca Persalinan
source: https://freepik.com/

Moms yang sering begadang selama kehamilan juga berisiko tinggi alami depresi pasca persalinan. Umumnya depresi pasca persalinan muncul dalam 4 minggu setelah melahirkan hingga 6 bulan.

Ibu hamil dengan riwayat depresi sebelumnya akibat gangguan tidur berisiko tinggi alami depresi pasca persalinan. Hal ini terkait dengan peningkatan progesterone dan estrogen selama kehamilan, sekaligus penurunan drastis dua hormone tersebut setelah melahirkan.