Mengenal Tanda-Tanda Kejang pada Bayi

1.Kejang Demam (Febrile seizures)
Saat mengalaminya, bayi memutar bola matanya dan anggota badannya menjadi kaku ataupun tersentak. Kejang demam ini biasanya dipicu oleh demam tinggi di atas 39 dan 40 derajat Celcius. 

2. Kejang Infantil (Infantile spasms)
Jenis kejang ini cukup langka dan terjadi selama tahun-tahun pertama bayi atau biasanya antara usia 4 dan 8 bulan. Saat mengalaminya, bayi membungkuk ke depan atau melengkungkan punggungnya, lengan dan kakinya menegang. Kejang-kejang ini cenderung terjadi ketika bayi bangun atau akan tidur, atau setelah diberi makan. Bayi dapat mengalami ratusan kejang dalam sehari.
 
Mengenal Tanda-Tanda Kejang pada Bayi
source: https://www.sharp.com
3. Kejang Fokal (Focal seizures)
Tanda-tanda bayi mengalami kejang fokal adalah bayi berkeringat, muntah, pucat, dan mengalami kejang atau kekakuan pada bagian kelompok otot tertentu, seperti jari, lengan, atau kaki. Kadang ada juga bayi yang tersedak, bibir bergerak, menjerit, menangis, dan kehilangan kesadaran.

4. Kejang Petit Mal (Absence seizures)
Saat mengalami kejang ini, bayi terlihat seperti menatap ke atas langit-langit atau melamun. Kadang dia berkedip dengan cepat atau tampak mengunyah. Episode ini biasanya berlangsung kurang dari 30 detik dan dapat terjadi beberapa kali sehari.

5. Kejang Atonik (Atonic (drop attack) seizure).
Tanda-tanda kejang ini harus diwaspadai karena terjadi secara tiba-tiba. Bayi yang mengalaminya akan kehilangan kekuatan otot secara tiba-tiba sehingga membuatnya lemas dan tidak responsif. Kepalanya akan jatuh atau jika sedang merangkak atau berjalan, bayi akan jatuh tiba-tiba. 
 
Mengenal Tanda-Tanda Kejang pada Bayi
source: https://www.vemale.com

6. Kejang Tonik (Tonic seizure
Saat mengalami kejang ini, bagian tubuh bayi terutama lengan dan kaki atau seluruh tubuhnya tiba-tiba menegang.

7. Kejang Mioklonik (Myoclonic seizures)
Kejang ini ditandai dengan bagian otot bayi seperti pada leher, bahu, atau lengan atas menyentak. Kejang ini biasanya terjadi beberapa kali sehari dan selama beberapa hari berturut-turut.
 
baca juga

Tips Mengatasi Kejang pada Bayi

Saat bayi mengalami kejang, segeralah bawa ke dokter. Jika memungkikan ambil video kondisi bayi selama mengalami kejang dengan smartphone untuk diperlihatkan kepada dokter. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat bayi mengalami kejang yaitu: 
  • berapa lama kejang berlangsung
  • di bagian tubuh mana kejang dimulai (lengan, kaki, mata) dan apakah itu menyebar ke bagian tubuh lain
  • seperti apa gerakan kejang pada bayi (menatap, menyentak, kaku)
  • kegiatan apa yang dilakukan bayi tepat sebelum episode kejang terjadi (bangun, makan)
  • selain itu, saat bayi mengalami kejang pastikan area sekitarnya aman agar terhindar dari risiko cedera. Singkirkan benda-benda keras (mainan, perabotan) dan gulingkan sisi tubuhnya untuk membantu mencegah tersedak jika dia muntah. 
  • apabila bayi sulit bernapas dan tubuh mulai membiru maka segera larikan ke rumah sakit. 
Tips Mengatasi Kejang pada Bayi
source: https://www.muhealth.org