Haid Tidak Lancar
 

Waspadai Permasalahan Haid Ini, Segera Periksakan ke Dokter Jika Ada Kejanggalan
source: https://helloclue.com/


Keluhan rasa nyeri dan sakit biasanya mengikuti siklus haid yang tidak lancar. Perlu dipahami, ada beberapa tipe haid tidak lancar yang biasa dialami wanita, diantaranya :

  • Polymenorrhe, yaitu sebuah kondisi ketika siklus haid yang terjadi dala waktu kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorrhea, yaitu sebuah kondisi ketika siklus haid menjadi lebih panjang, atau dengan rentang siklus haid lebih dari 35 hari dan kurang dari 90 hari. 
  • Amenorrhea, yaitu sebuah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami haid dalam rentang waktu 3 bulan berturut-turut.
  • Metrorrhagia, yaitu sebuah kondisi pendarahan haid yang terjadi lebih lama dengan volume darah yang keluar lebih banyak.


Haid Tidak Teratur
 

Waspadai Permasalahan Haid Ini, Segera Periksakan ke Dokter Jika Ada Kejanggalan
source: https://www.shape.com.sg/


Jika Mommy mengalami siklus haid yang tidak teratur, pastikan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat mengetahui penanganan yang tepat. Meskipun ada indikasi kondisi yang serius seperti masalah pada tiroid atau sindrom ovarium polikistik (PCOS), haid yang tidak teratur juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti penggunaan alat kontrasepsi, pola hidup yang kurang sehat, dan gejala menopause.
 

baca juga


Haid Telat
 

Waspadai Permasalahan Haid Ini, Segera Periksakan ke Dokter Jika Ada Kejanggalan
source: https://www.healthline.com/


Selain itu, keluhan haid yang juga kerap dialami wanita adalah haid telat. Untuk para wanita yang sudah menikah, telat haid mungkin dapat menjadi pertanda kehamilan. Namun, di sisi lain, bagi wanita yang belum menikah, haid terlambat dapat menjadi efek samping dari kelelahan dan perubahan gaya hidup yang signifikan. Kerja hormon juga berperan besar dalam menentukan siklus haid yang teratur.
 


Haid Sedikit
 

Waspadai Permasalahan Haid Ini, Segera Periksakan ke Dokter Jika Ada Kejanggalan
source: https://helloclue.com/


Lalu, bagaimana dengan darah haid yang sedikit? Tenang, Mommy tidak perlu bingung dengan perubahan pada volume darah haid yang keluar. Pasalnya, volume darah haid dapat berubah karena pengaruh dari penggunaan alat kontrasepsi, menyusui, dan stres. Namun, waspadai kondisi pcos dan kerja kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Jika ini terjadi berturut-turut, cobalah untuk konsultasikan pada dokter.
 

baca juga


Haid Tapi Hamil, Bisakah?
 

Waspadai Permasalahan Haid Ini, Segera Periksakan ke Dokter Jika Ada Kejanggalan
source: https://www.sepalika.com/


Perlu dipahami, ada kasus "haid" yang terjadi pada sebagian wanita saat hamil. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah wanita hamil bisa haid? Tentu secara medis, haid saat hamil tidak mungkin terjadi. Namun, keluarnya darah selama kehamilan berupa pendarahan dapat terjadi. Jika pendarahan ini terjadi pada 10-14 hari pertama kehamilan, bisa jadi ini merupakan efek dari proses implantasi. Sebaliknya, jika terjadi saat kandungan sudah lebih besar, waspadai adanya gangguan serius pada kandungan. Jadi, segera lakukan pemeriksaan jika pendarahan terjadi.