Kulit merupakan organ tubuh yang bertindak sebagai benteng pertahanan terhadap beragam elemen yang mengancam tubuh, mulai dari sinar matahari hingga bakteri. Karena berada pada bagian terluar tubuh, kulit rentan terkena beragam masalah dan penyakit, terlebih kulit bayi.

Pada tahun pertama, kulit bayi akan sangat rentan terkena gangguan karena lapisan kulitnya belum sempurna. Struktur kulit bayi juga lebih tipis, ikatan antar selnya lebih lemah dan lebih halus. Kulit bayi juga memiliki pigmen yang lebih sedikit dan belum mampu untuk mengatur temperatur sehingga akan sering muncul kemerahan dan peradangan sebagai gejala dari reaksi alergi pada kulit bayi. Beberapa masalah yang kerap terjadi pada kulit bayi yaitu ruam popok, eksim susu, biang keringat, milia, dan cradle cap.

5 Penyakit Kulit yang Sering Dialami Bayi, Cari Tahu Juga Cara Mengatasinya Moms

Ruam Popok

Ruam popok biasa menyerang bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Ruam popok disebabkan oleh adanya gesekan kulit bayi dengan popok yang sudah basah, hal tersebut akan mengakibatkan kulit berwarna merah di area pemakaian popok. Selain itu, ruam popok juga bisa disebabkan oleh jamur dan alergi terhadap tisu, popok, detergen, sabun, maupun lotion.

Cara untuk mengatasi ruam popok yang telah terjadi yaitu dengan membersihkan kulit bayi dengan sabun khusus yang memiliki kandungan kimia ringan, dan hindari untuk menggosok kulit bayi guna mencegah iritasi. Gunakan juga krim khusus untuk bayi yang mengandung Zinc Oxide, Allantion, dan Witch Hazel. Ruam popok dapat dicegah dengan sering mengganti popok bayi serta menjaga agar kulit bayi selalu kering.

Ruam Popok
baca juga

Eksim Susu

Eksim susu ditandai dengan adanya bercak merah dengan gelembung berisi air di area mulut, pipi, dan sekitarnya. Disekitar gelembung yang berisi air, kulit akan tampak kering. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal sehingga akan membuat bayi rewel dan tidak nyaman. Yang sering disalahkan sebagai penyebab eksim susu adalah ASI, padahal hal tersebut merupakan mitos belaka.

Eksim susu dapat dipicu oleh zat alergen dari asap rokok, debu, tungau, atau serbuk sari tumbuhan dan dapat diperparah oleh suhu panas. Eksim susu merupakan jenis penyakit kambuhan yang bisa muncul dan hilang dengan sendirinya. Namun, untuk menghindari penyakit ini menyerang bayi, moms bisa memandikan bayi dengan air hangat kuku, kemudian melembabkan kulit bayi dengan krim pelembab khusus. Atau jika eksim mulai terlihat muncul, moms bisa memberikan kompres dingin pada kulit yang terserang eksim beberapa kali dalam sehari, mengoleskan pelembab dan senantiasa menjaga lingkungan bayi berada dalam suhu yang sejuk. Pastikan juga untuk selalu menjaga tempat tidur dan bermain bayi dari tungau dan debu. 

Eksim Susu

Biang Keringat

Biang keringat terjadi karena adanya sumbatan pori-pori kulit sehingga keringat tidak dapat keluar. Bayi memiliki risiko terkena biang keringat lebih tinggi karena kelenjar keringat mereka belum berkembang secara sempurna. Masalah ini kerap muncul di area leher, wajah, atau dada. Biang keringat umumnya disebabkan karena udara panas, cuaca lembab, pakaian ketat, maupun karena aktivitas bayi yang tinggi.

Cara untuk mencegah masalah kulit ini timbul, moms sebisa mungkin harus menghindarkan bayi dari suhu yang terlalu panas dan memberikan bayi pakaian yang longgar serta menyerap keringat. Biang keringat biasanya dapat hilang sendiri, namun untuk mempercepat proses penyembuhan moms bisa menambahkan 2 sendok teh ke dalam 3,8 liter air mandi bayi, atau menggunakan bedak yang mengandung Witch Hazel dan Calamine. Jangan lupa untuk selalu mengeringkan bayi setelah mandi dengan handuk katun sampai tuntas.

Biang Keringat
baca juga

Milia

Milia berbentuk seperti jerawat, yaitu berupa benjolan sebesar 1-2 mm dan berwarna putih mutiara atau putih kekuningan. Milia sering kali muncul secara berkelompok di area hidung, mata, dahi, kelopak mata, pipi, dan dada. Penyakit kulit ini muncul ketika kulit mati terjebak di kantong kecil dekat permukaan kulit bayi. Milia memang merupakan penyakit penyakit tidak menular dan tidak berbahaya yang dapat hilang dengan sendirinya setelah dua atau tiga minggu.

Jadi, jika bayi moms menderita milia disarankan untuk tidak menggunakan salep atau krim apapun. Cukup hindari memencet milia karena dapat menimbulkan luka. Jangan juga menggosok atau membersihkannya secara berlebihan karena justru dapat menimbulkan iritasi. Moms hanya perlu bersabar hingga milia hilang secara alami, dan dapat mulai berkonsultasi pada dokter anak ketika milia tak kunjung hilang dalam beberapa bulan.

Milia

Cradle Cap

Cradle Cap atau kerak kepala bayi adalah keadaan yang sering terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 3 tahun. Masalah ini ditandai dengan adanya sisik putih atau kuning yang tebal di permukaan kulit kepala bayi. Meskipun jarang, cradle cap juga dapat muncul pada area alis, kelopak mata, telinga, lipatan leher, atau ketiak. Dalam beberapa kasus penyakit ini dapat menyebabkan kulit berkerak dan mengeluarkan cairan kekuningan. Cradle cap dapat hilang dengan sendirinya, namun untuk mempercepat proses penyembuhannya moms bisa menggosokkan minyak zaitun atau baby oil pada area yang bersisik kemudian menyikatnya dengan lembut.

Cradle Cap